"Sa kenapa tidak ditulis saja?"
"Tidak tulisan ku jelek"
"Aku yang akan membaca"
"Jangan, mubazir waktu mu membaca tulisan jelek ini"
"Sesuatu yang dilakukan dengan hati pasti akan sampai ke hati juga"
Katanya akhir yang akhir, udah! Ternyata kalah itu begini , kalah tidak bisa membentengi diri sendiri . Gampang banget percaya , padahal kepercayaan itu mahal . Gapapa jangan kesal dulu ayokk besok ke saturnus eh lupa aku sendiri aja yang kesana. Makasih kado awal Maret nya "Ternyata aku kalah sam " "Maksutnya apa Sa?" "Ternyata bulan lebih suka tinggal di langit daripada aku ajak jalan-jalan untuk berpetualang di bumi" "Kamu salah mungkin ? " "Benar aku yang salah , ternyata lagu aamiin paling serius favorit ku sudah expaied Sam" "Coba dihitung lagi katanya !" "Engak Sam , Jangan suka bohong lagi . Udah !"
Berteman Dengan Overthinking Aku terbangun pada suatu pagi yang teramat cerah. Berjalan menuju balkon atap rumah, menyapu arah pandangan ku ke segala arah. Rumah-rumah tetangga yang menjulang, bangunan-bangunan tinggi yang mencakar langit, burung-burung terbang rendah didepan ku. Langit biru sangat cerah pagi ini. Namun tidak dengan perasaan ku, ini bukan kali pertama aku merasakan perasaan seperti ini. Setiap hari ya setiap hari. Bahkan hampir setiap saat aku mengalaminya. Setiap pagi bangun dengan perasaan yang aku tidak bisa menjelaskannya, kosong, kesal, sesak, bingung juga sedih. Namun anehnya bahkan aku tidak tahu apa penyebabnya. Perasaan-perasaan yang membuat ku tidak nyaman dengan diriku sendiri. Sampai aku putuskan untuk masuk lagi kedalam rumah, membereskan kamar, masak, mandi lalu sarapan. Berangkat ke kampus, menjalani hari-hari seperti biasa, belajar juga rapat mempersiapkan acara....
12. Duka Bukan Untuk Dirayakan Tidak ada perpisahan yang menyenangkan, sehingga banyak yang memperindahnya dengan memberikan bunga, kenapa tidak di berikan saat masih bersama, seharusnya perpisahan bukan untuk dirayakan. Gapapa daripada tidak ditunjukkan sama sekali. Galen benar-benar hidup pada dunianya untuk fokus pada ujian-ujiannya, membuat Clarissa setiap hari mengantikan tugas Galen berkunjung ke tanah lapang mengajari anak-anak yang sudah dianggapnya adik, sosok Galen sudah sangat melekat dihati mereka tidak akan mudah terlupakan, malaikat yang mengulurkan tangannya mengeluarkan mereka dari buta huruf. Kalau anak-anak tanah lapang merindukan Galen maka Clarissa lebih dari itu tapi setidaknya dia masih bisa melihat Galen dari jauh saat disekolah. Hanya itu yang dapat dia lakukan, tidak lebih bagaimana bisa lebih melihat Galen dari jarak dekat saja bukan pilihan yang ...
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca tulisan jelek saya, Salam sayang